Setiap orang memiliki cerita masing-masing Dan Di balik cerita orang-orang pasti memiliki cerita Yang hebat, terutama cerita para wanita hebat, ya sebut saja wanita itu hebat apa lagi wanita Yang sudah melahirkan.
Teringat ketika Aku sedang mengandung anak pertama Ku, ya anak pertama Karena aku baru punya satu putri Yang mengemaskan.
Menggandung sembilan Bulan itu tak mudah,banyak sekali Yang Di rasakan Dan banyak sekali cobaan lahir Dan batin.
Dan Yang paling utama adalah support Dan kesabaran pasangan Kita masing-masing itu sangat berpengaruh besar.
Karena banyak sekali ujian untuk para suami, terkadang wanita Yang Hamil itu kebanyakan ngenges alias manja Dan ingin extra perhatian suaminya.
Entah APA itu bawaan atau hanya pada Dasarnya wanita ingin selalu menjadi Yang utama.
Tapi APA Yang Aku rasakan itu benar sekali, Rasa kesel pada suami, merasa mual, susah makan, bawaan ingin selalu marah, bau masakan ingin memaki apalagi menahan Rasa panas Yang berlebihan, terkadang buang air kecil yang sering.
Itu semua reflect berada Di alam bawah sadar, Tanpa sebab akibat semua itu terjadi begito saja.
Karena Pada masa kehamilan tidak hanya efek itu Saja namun bentuk badan pun akan berubah. Mood juga akan sering berubah karena adanya perubahan hormon pada tubuh. Selain hal itu, masih banyak efek samping kehamilan yang Aku rasakan.
Menghadapi terjadinya efek samping kehamilan
1. Mual dan muntah
Istilah populer yang sering digunakan adalah morning sickness. Kita akan merasakan mual dan muntah di awal trimester pertama. Mual dan muntah ini biasanya kita akan rasakan di pagi hari dan bisa berlanjut di sepanjang hari. Dalam beberapa kasus, mual dan muntah ini bahkan bisa berlanjut sampai masa persalinan tapi Ada Pula pada masa kandungan 2bulan sampai 4bulan Saja, tergantung kondisi tubuh Kita masing-masing.
Belum diketahui dengan jelas apa penyebab dari morning sickness, namun hal ini diduga karena perubahan hormon yang terjadi sehingga membuat penciuman dan perut kita menjadi sensitif.
2. Kencing lebih sering
Ketika hamil, darah di dalam tubuh menjadi meningkat. Volume darah yang meningkat menyebabkan banyaknya cairan yang mengalir ke ginjal. Cairan ginjal bisa keluar dari tubuh ibu hamil dalam bentuk urin. Akibatnya, ibu hamil akan mengalami buang air kecil dalam intensitas yang sering.
Perkembangan janin yang semakin membesar di dalam rahim juga dapat menekan kandung kemih. Hal ini membuat volume air kencing yang bisa ditampung oleh kandung kemih semakin berkurang atau sedikit. Sehingga ketika kandung kemih terisi sedikit saja, ibu hamil akan merasakan ingin buang air kecil.
3. Cairan vagina
Jangan kaget jika cairan vagina atau keputihan kita akan keluar lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah hormon estrogen yang diproduksi oleh tubuh serta peredaran darah yang ada di dalam vagina. Ini adalah salah satu efek samping kehamilan.
4. Gas dan kembung
Kondisi ini tentu sangat tidak nyaman dan terkadang memalukan. Hal ini disebabkan oleh hormon progesteron yang menyebabkan jaringan otot polos dalam tubuh kita termasuk saluran bernapasan menjadi lebih rileks.
Efeknya adalah pencernaan menjadi lambat yang memungkinkan lebih banyak nutrisi masuk ke dalam bayi kita. Namun, hal itu juga menghasilkan banyak gas. Sering kentut menjadi efek samping kehamilan yang Kita akan sering rasakan.
5. Perut gatal
Bagian tubuh yang gatal cukup umum dialami oleh ibu hamil. Iritasi ini disebabkan peregangan kulit kita selama kehamilan. Namun banyak ahli juga yang mengatakan hormon berperan membuat perut kita menjadi gatal.
Meskipun ini tidak berbahaya, namun gatal akan cukup mengganggu untuk Kita. Untuk gatal sehari-hari, para ahli merekomendasikan untuk menghindari panas dan mengolesinya dengan pelembab.
6. Jerawat
Wanita hamil sering berjerawat karena hormon yang mendorong tubuh membuat lebih banyak sebum atau zat berminyak yang diproduksi kulit. Kelebihan sebum ini, dikombinasikan dengan sel-sel kulit yang melapisi folikel rambut dan menutup pori-pori.
Bakteri bisa berkembang biak dengan cepat saat hamil, jerawat juga bisa tumbuh di lokasi yang tak biasa selain wajah seperti di kaki. Belum ada cara yang pasti mencegah jerawat selama kehamilan. Namun untuk membantu mengurangi masalah, Kita bisa menjaga kebersihan kulit, tepuk-tepuk kulit kering bukan menggosoknya, dan jangan memencet jerawat.
Efek samping kehamilan akan kita alami selama masa kehamilan. Jika efek samping yang kita rasakan mengganggu, ada baiknya segera konsultasikan pada dokter.
Nah semua proses itu Akan terjadi pada ibu hamil, namun belum usai disana Masih banyak lagi rintangan Yang harus Di lalui. Termasuk omongan Sana-sini harus begonilah Dan harus begto lah, ketika Kita menghadapi semua itu Kita Perlu berpikir bijak namun terkadang Pula merasa jengkel tapi ya APA daya dengarkan Kata mereka ambil Yang baik lalu buanglah yang membuat Kita risih.
Apa lagi ketika itu Aku sudah Di ponis Oleh bidan ku, bahwa Aku melahirkan Secara Caesar sedih Rasa nya bahkan Rasa takut pun mengebu Di dalam benak Ku. Karena Aku belum pernah Sama sekali masuk ke ruang oprasi apalagi Di rawat di rumah sakit, membayangkan ketika itu jika masuk Dalam ruangan nyawa Ku tinggal setengah apalagi Aku mendengar
Kata orang proses ceasar itu nengerikan Dan Yang parahnya lagi mengambil tindakan Caesar tidak mau merasakan Sakit, aghh Aku pun tercemooh dengan perktaan ini? Gila APA Gak mau merasa sakit? Emang oprasi itu Sama dengan Di treatment Kali ya...? What your meaning our maind??
Foto ketika proses oprasi ceasar
Take by sister
Setelah Hari itu tiba Rasa takut pun tak Ada Di benak Ku Dan APA Yang Di katakan orang-orang itu salah malah proses ini sangat berisiko 2x lipat d banding dengan normal bahkan rasa sakit itu terasa sampe skr Dan kata orang pada akhir nya melahirkan ceasar di karenakan pada proses hamil jarang jalan, jarang gerak, bahkan males-malesan itu pemikiran kuno dan menurut aku itu adalah mitos, bukti nya aku sejak hamil mengangkat beban berat bahkan berpindah pindah tempat melakukan perjalanan jauh, makan ini itu tapi tetap Allah berkehendak lain..
Proses pengeluaran killa
Pada dasar nya ketika hamil adalah berpikir positif dan tenang dan percaya dengan keputusan Allah berserah diri dan tawakal. Karena itu adalah yang terbaik.
Nah sedikit penjelasan buat Netis semua kenapa Kita bisa Di ponis Caesar ini lah sebab akibat nya Secara medis:
- Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul Ibu kecil.
- Bayi menderita kelainan, misalnya spina bifida.
- Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang.
- Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain seperti preeklampsia berat yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan.
- Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran.
- Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil.
Plasenta previa.
- Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif.
- Sang ibu terinfeksi virus HIV.
- Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks, misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam.
Nah kalo Aku Di ponis ceasar Karena pinggul Ku kecil Dan pintu Rahim jauh Sehingga sulit membuka pintu jalan keluar nya kepala bayi. Nah Aku juga mau sedikit sheare buat netiz Yang ingin melahirkan Secara ceasar inilah risiko melahirkan Caesar menurut Aldo dokter :
1. Infeksi
Salah satu risiko melahirkan secara caesar adalah infeksi pada luka operasi. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi adalah kurang terjaganya kebersihan di area luka, atau perawatan luka operasi yang tidak dilakukan dengan benar.
Umumnya infeksi pada luka bekas sayatan operasi caesar muncul dalam beberapa minggu pertama setelah operasi. Luka sayatan yang mengalami infeksi akan terasa nyeri, bengkak, kemerahan, dan mengeluarkan nanah.
Selain pada area sekitar bekas sayatan operasi, infeksi juga bisa terjadi pada jaringan atau lapisan rahim (womb lining). Kondisi ini ditandai dengan nyeri pada perut, demam, keluar cairan keputihan yang tidak normal, atau bahkan pendarahan hebat yang keluar dari vagina.
2. Pendarahan
Risiko yang bisa terjadi ketika melahirkan secara caesar berikutnya adalah terjadinya pendarahan. Risiko untuk kehilangan banyak darah saat operasi caesar cenderung lebih besar dibandingkan saat melahirkan normal.
Walaupun jarang terjadi, operasi caesar bisa menyebabkan hilangnya darah dalam jumlah besar yang mungkin akan membutuhkan tranfusi darah.
3. Terjadinya bekuan darah
Melahirkan secara caesar juga meningkatkan risiko terjadinya bekuan darah (trombosis). Bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah vena yang ada di tungkai akan menyebabkan deep vein thrombosis. Kondisi ini ditandai dengan nyeri di kaki, kemerahan pada kulit kaki, dan kaki terasa hangat.
Selain bisa menyumbat pembuluh darah di tungkai, bekuan darah juga bisa terbawa sampai ke paru-paru dan membahayakan kondisi ibu.
4. Reaksi anestesi
Ketika melahirkan secara caesar, ibu akan menjalani proses anestesi dengan obat bius. Meski jarang terjadi, efek samping obat bius, seperti pusing dan mati rasa yang bertahan lama, bisa saja terjadi. Namun, kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya beberapa hari setelah persalinan.
5. Cedera saat pembedahan
Cedera saat operasi, misalnya kandung kemih tidak sengaja tersayat, bisa saja terjadi. Risiko terjadinya cedera ini akan makin besar bila sebelumnya sudah beberapa kali menjalani operasi caesar.
Risiko pada Bayi akibat Persalinan Caesar
Selain pada ibu, melahirkan secara caesar juga bisa menimbulkan risiko pada bayi. Beberapa risiko yang bisa terjadi adalah:
Gangguan pernapasan
Bayi yang lahir dengan operasi caesar lebih mungkin mengalami gangguan pernapasan. Biasanya komplikasi ini terjadi jika bayi dilahirkan sebelum berusia 39 minggu, ketika paru-parunya belum berkembang dengan sempurna.
Jika tidak disertai gangguan lain, Bumil tidak perlu khawatir, karena kondisi biasanya akan membaik dengan sendirinya.
Kulit tergores
Ketika operasi caesar, kulit bayi mungkin saja tergores secara tidak sengaja. Namun, biasanya goresan ini ringan dan bisa sembuh tanpa meninggalkan bekas.
Melahirkan secara caesar maupun normal sama-sama memiliki manfaat dan risiko. Pada beberapa kondisi, seperti janin kembar, kepala janin yang terlalu besar, posisi janin tidak normal, tali pusar yang melilit janin, plasenta yang letaknya menutupi jalan lahir, dan ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu, pilihan melahirkan secara caesar mungkin lebih aman.
Makanya buat calon mommy Sebelum memutuskan metode persalinan, kalian perlu mengetahui dulu risiko dari setiap tindakan, termasuk risiko melahirkan secara caesar. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau kondisi kalian dan Si Kecil. Dengan begitu, dokter juga dapat menyarankan metode persalinan apa yang terbaik.
Nah segto dulu ya, pengalaman Ku semoga blog ini bermanfaat buat kalian semua...
Hihii jangan lupa ya mampir lagi ke channel YouTube Roro ova jangan lupa subricbe.. hihii bagi Yang udah mampir Aku ucapan banyak terimakasih...
All see u next blog dear...
Aku sayang netiz.... Muacccchhhh
_roro ova_
Teringat ketika Aku sedang mengandung anak pertama Ku, ya anak pertama Karena aku baru punya satu putri Yang mengemaskan.
Menggandung sembilan Bulan itu tak mudah,banyak sekali Yang Di rasakan Dan banyak sekali cobaan lahir Dan batin.
Dan Yang paling utama adalah support Dan kesabaran pasangan Kita masing-masing itu sangat berpengaruh besar.
Karena banyak sekali ujian untuk para suami, terkadang wanita Yang Hamil itu kebanyakan ngenges alias manja Dan ingin extra perhatian suaminya.
Entah APA itu bawaan atau hanya pada Dasarnya wanita ingin selalu menjadi Yang utama.
Tapi APA Yang Aku rasakan itu benar sekali, Rasa kesel pada suami, merasa mual, susah makan, bawaan ingin selalu marah, bau masakan ingin memaki apalagi menahan Rasa panas Yang berlebihan, terkadang buang air kecil yang sering.
Itu semua reflect berada Di alam bawah sadar, Tanpa sebab akibat semua itu terjadi begito saja.
Karena Pada masa kehamilan tidak hanya efek itu Saja namun bentuk badan pun akan berubah. Mood juga akan sering berubah karena adanya perubahan hormon pada tubuh. Selain hal itu, masih banyak efek samping kehamilan yang Aku rasakan.
Menghadapi terjadinya efek samping kehamilan
1. Mual dan muntah
Istilah populer yang sering digunakan adalah morning sickness. Kita akan merasakan mual dan muntah di awal trimester pertama. Mual dan muntah ini biasanya kita akan rasakan di pagi hari dan bisa berlanjut di sepanjang hari. Dalam beberapa kasus, mual dan muntah ini bahkan bisa berlanjut sampai masa persalinan tapi Ada Pula pada masa kandungan 2bulan sampai 4bulan Saja, tergantung kondisi tubuh Kita masing-masing.
Belum diketahui dengan jelas apa penyebab dari morning sickness, namun hal ini diduga karena perubahan hormon yang terjadi sehingga membuat penciuman dan perut kita menjadi sensitif.
2. Kencing lebih sering
Ketika hamil, darah di dalam tubuh menjadi meningkat. Volume darah yang meningkat menyebabkan banyaknya cairan yang mengalir ke ginjal. Cairan ginjal bisa keluar dari tubuh ibu hamil dalam bentuk urin. Akibatnya, ibu hamil akan mengalami buang air kecil dalam intensitas yang sering.
Perkembangan janin yang semakin membesar di dalam rahim juga dapat menekan kandung kemih. Hal ini membuat volume air kencing yang bisa ditampung oleh kandung kemih semakin berkurang atau sedikit. Sehingga ketika kandung kemih terisi sedikit saja, ibu hamil akan merasakan ingin buang air kecil.
3. Cairan vagina
Jangan kaget jika cairan vagina atau keputihan kita akan keluar lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah hormon estrogen yang diproduksi oleh tubuh serta peredaran darah yang ada di dalam vagina. Ini adalah salah satu efek samping kehamilan.
4. Gas dan kembung
Kondisi ini tentu sangat tidak nyaman dan terkadang memalukan. Hal ini disebabkan oleh hormon progesteron yang menyebabkan jaringan otot polos dalam tubuh kita termasuk saluran bernapasan menjadi lebih rileks.
Efeknya adalah pencernaan menjadi lambat yang memungkinkan lebih banyak nutrisi masuk ke dalam bayi kita. Namun, hal itu juga menghasilkan banyak gas. Sering kentut menjadi efek samping kehamilan yang Kita akan sering rasakan.
5. Perut gatal
Bagian tubuh yang gatal cukup umum dialami oleh ibu hamil. Iritasi ini disebabkan peregangan kulit kita selama kehamilan. Namun banyak ahli juga yang mengatakan hormon berperan membuat perut kita menjadi gatal.
Meskipun ini tidak berbahaya, namun gatal akan cukup mengganggu untuk Kita. Untuk gatal sehari-hari, para ahli merekomendasikan untuk menghindari panas dan mengolesinya dengan pelembab.
6. Jerawat
Wanita hamil sering berjerawat karena hormon yang mendorong tubuh membuat lebih banyak sebum atau zat berminyak yang diproduksi kulit. Kelebihan sebum ini, dikombinasikan dengan sel-sel kulit yang melapisi folikel rambut dan menutup pori-pori.
Bakteri bisa berkembang biak dengan cepat saat hamil, jerawat juga bisa tumbuh di lokasi yang tak biasa selain wajah seperti di kaki. Belum ada cara yang pasti mencegah jerawat selama kehamilan. Namun untuk membantu mengurangi masalah, Kita bisa menjaga kebersihan kulit, tepuk-tepuk kulit kering bukan menggosoknya, dan jangan memencet jerawat.
Efek samping kehamilan akan kita alami selama masa kehamilan. Jika efek samping yang kita rasakan mengganggu, ada baiknya segera konsultasikan pada dokter.
Nah semua proses itu Akan terjadi pada ibu hamil, namun belum usai disana Masih banyak lagi rintangan Yang harus Di lalui. Termasuk omongan Sana-sini harus begonilah Dan harus begto lah, ketika Kita menghadapi semua itu Kita Perlu berpikir bijak namun terkadang Pula merasa jengkel tapi ya APA daya dengarkan Kata mereka ambil Yang baik lalu buanglah yang membuat Kita risih.
Apa lagi ketika itu Aku sudah Di ponis Oleh bidan ku, bahwa Aku melahirkan Secara Caesar sedih Rasa nya bahkan Rasa takut pun mengebu Di dalam benak Ku. Karena Aku belum pernah Sama sekali masuk ke ruang oprasi apalagi Di rawat di rumah sakit, membayangkan ketika itu jika masuk Dalam ruangan nyawa Ku tinggal setengah apalagi Aku mendengar
Kata orang proses ceasar itu nengerikan Dan Yang parahnya lagi mengambil tindakan Caesar tidak mau merasakan Sakit, aghh Aku pun tercemooh dengan perktaan ini? Gila APA Gak mau merasa sakit? Emang oprasi itu Sama dengan Di treatment Kali ya...? What your meaning our maind??
Foto ketika proses oprasi ceasar
Take by sister
Setelah Hari itu tiba Rasa takut pun tak Ada Di benak Ku Dan APA Yang Di katakan orang-orang itu salah malah proses ini sangat berisiko 2x lipat d banding dengan normal bahkan rasa sakit itu terasa sampe skr Dan kata orang pada akhir nya melahirkan ceasar di karenakan pada proses hamil jarang jalan, jarang gerak, bahkan males-malesan itu pemikiran kuno dan menurut aku itu adalah mitos, bukti nya aku sejak hamil mengangkat beban berat bahkan berpindah pindah tempat melakukan perjalanan jauh, makan ini itu tapi tetap Allah berkehendak lain..
Proses pengeluaran killa
Pada dasar nya ketika hamil adalah berpikir positif dan tenang dan percaya dengan keputusan Allah berserah diri dan tawakal. Karena itu adalah yang terbaik.
Nah sedikit penjelasan buat Netis semua kenapa Kita bisa Di ponis Caesar ini lah sebab akibat nya Secara medis:
- Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul Ibu kecil.
- Bayi menderita kelainan, misalnya spina bifida.
- Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang.
- Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain seperti preeklampsia berat yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan.
- Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran.
- Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil.
Plasenta previa.
- Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif.
- Sang ibu terinfeksi virus HIV.
- Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks, misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam.
Nah kalo Aku Di ponis ceasar Karena pinggul Ku kecil Dan pintu Rahim jauh Sehingga sulit membuka pintu jalan keluar nya kepala bayi. Nah Aku juga mau sedikit sheare buat netiz Yang ingin melahirkan Secara ceasar inilah risiko melahirkan Caesar menurut Aldo dokter :
1. Infeksi
Salah satu risiko melahirkan secara caesar adalah infeksi pada luka operasi. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi adalah kurang terjaganya kebersihan di area luka, atau perawatan luka operasi yang tidak dilakukan dengan benar.
Umumnya infeksi pada luka bekas sayatan operasi caesar muncul dalam beberapa minggu pertama setelah operasi. Luka sayatan yang mengalami infeksi akan terasa nyeri, bengkak, kemerahan, dan mengeluarkan nanah.
Selain pada area sekitar bekas sayatan operasi, infeksi juga bisa terjadi pada jaringan atau lapisan rahim (womb lining). Kondisi ini ditandai dengan nyeri pada perut, demam, keluar cairan keputihan yang tidak normal, atau bahkan pendarahan hebat yang keluar dari vagina.
2. Pendarahan
Risiko yang bisa terjadi ketika melahirkan secara caesar berikutnya adalah terjadinya pendarahan. Risiko untuk kehilangan banyak darah saat operasi caesar cenderung lebih besar dibandingkan saat melahirkan normal.
Walaupun jarang terjadi, operasi caesar bisa menyebabkan hilangnya darah dalam jumlah besar yang mungkin akan membutuhkan tranfusi darah.
3. Terjadinya bekuan darah
Melahirkan secara caesar juga meningkatkan risiko terjadinya bekuan darah (trombosis). Bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah vena yang ada di tungkai akan menyebabkan deep vein thrombosis. Kondisi ini ditandai dengan nyeri di kaki, kemerahan pada kulit kaki, dan kaki terasa hangat.
Selain bisa menyumbat pembuluh darah di tungkai, bekuan darah juga bisa terbawa sampai ke paru-paru dan membahayakan kondisi ibu.
4. Reaksi anestesi
Ketika melahirkan secara caesar, ibu akan menjalani proses anestesi dengan obat bius. Meski jarang terjadi, efek samping obat bius, seperti pusing dan mati rasa yang bertahan lama, bisa saja terjadi. Namun, kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya beberapa hari setelah persalinan.
5. Cedera saat pembedahan
Cedera saat operasi, misalnya kandung kemih tidak sengaja tersayat, bisa saja terjadi. Risiko terjadinya cedera ini akan makin besar bila sebelumnya sudah beberapa kali menjalani operasi caesar.
Risiko pada Bayi akibat Persalinan Caesar
Selain pada ibu, melahirkan secara caesar juga bisa menimbulkan risiko pada bayi. Beberapa risiko yang bisa terjadi adalah:
Gangguan pernapasan
Bayi yang lahir dengan operasi caesar lebih mungkin mengalami gangguan pernapasan. Biasanya komplikasi ini terjadi jika bayi dilahirkan sebelum berusia 39 minggu, ketika paru-parunya belum berkembang dengan sempurna.
Jika tidak disertai gangguan lain, Bumil tidak perlu khawatir, karena kondisi biasanya akan membaik dengan sendirinya.
Kulit tergores
Ketika operasi caesar, kulit bayi mungkin saja tergores secara tidak sengaja. Namun, biasanya goresan ini ringan dan bisa sembuh tanpa meninggalkan bekas.
Melahirkan secara caesar maupun normal sama-sama memiliki manfaat dan risiko. Pada beberapa kondisi, seperti janin kembar, kepala janin yang terlalu besar, posisi janin tidak normal, tali pusar yang melilit janin, plasenta yang letaknya menutupi jalan lahir, dan ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu, pilihan melahirkan secara caesar mungkin lebih aman.
Makanya buat calon mommy Sebelum memutuskan metode persalinan, kalian perlu mengetahui dulu risiko dari setiap tindakan, termasuk risiko melahirkan secara caesar. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau kondisi kalian dan Si Kecil. Dengan begitu, dokter juga dapat menyarankan metode persalinan apa yang terbaik.
Nah segto dulu ya, pengalaman Ku semoga blog ini bermanfaat buat kalian semua...
Hihii jangan lupa ya mampir lagi ke channel YouTube Roro ova jangan lupa subricbe.. hihii bagi Yang udah mampir Aku ucapan banyak terimakasih...
All see u next blog dear...
Aku sayang netiz.... Muacccchhhh
_roro ova_













